Yayasan ini lahir dari satu kesadaran mendalam:
“No one left behind — karena bagi kami, setiap keluarga adalah bagian dari perjalanan yang harus dijaga bersama.”
Berangkat dari doa dan niat untuk mendampingi keluarga Warakauri Alumni AKMIL 1996, kami membentuk Yayasan Putra Tidar Sembilan Enam. Yayasan ini digerakkan oleh sebuah tim kecil—tiga orang Pamen dan dua orang Warakauri—yang menjaga semangat kebersamaan yang dulu meneguhkan kita di Gunung Tidar.
Kami ingin anak-anak tumbuh mandiri, kuat, dan tegar, sebagaimana Gunung Tidar yang menjadi saksi perjalanan kami.
Kami ingin para ibu merasakan bahwa keluarga besar Antasena tetap hadir, tetap peduli, dan tetap menjadi saudara setia.
Semangat itu tercermin dalam tokoh Antasena, ikon angkatan kami: sederhana, kuat, dan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan. Dari nilai itulah yayasan ini berdiri—menguatkan yang lemah, mengingatkan bahwa kita pernah ditempa bersama, dan memastikan tak ada yang tertinggal.